Hari ini tanggal 28 Oktober, kita diingatkan kembali pada peristiwa 81 tahun lalu tepatnya pada tahun 1928 yang mengisyaratkan pada seluruh pemuda bangsa ini untuk bersatu padu, merasa senasib hingga memunculkan sikap nasionalisme dan patriotisme untuk melawan penjajahan saat dimana bangsa Indonesia sedang dibawah kendali dan kekuasaan bangsa asing.
Dari perwakilan seluruh daerah, Seluruh Pemuda Indonesia menyatakan berbahasa, berbangsa dan bertanah air satu, Indonesia. Dan apa yang dilakukan oleh para Pemuda pada masa itu telah menghantarkan bangsa Indonesia pada pintu gerbang kemerdekaan dari kekuasaan bangsa asing, dengan seluruh pengorbanan jiwa raga yang tidak sedikit tentunya.
Menengok keberhasilan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Mengajak kepada para Nasyiah kususnya, terlebih ummat Islam pada umumnya, untuk sejenak melihat apa yang selalu kita ikrarkan dalam sholat kita, saat kita pertama kali melafalkan Rukun Islam pertama kita. Bahwa kita selalu menyatakan Allah kita satu, Rasul kita satu, yaitu Muhammad SAW. Dan sebagai ikrar tertinggi yang selalu kita pegang teguh, seharusnyalah tidak hanya kita ikrarkan di lisan saja. Ikrar tersebut sepantasnya kita ikrarkan dengan segenap hati dan jiwa raga dengan perwujudan dalam amal keseharian kita.
Bahwa hidup kita di dunia untuk beribadah hanya pada Allah semata.Baik itu ibadah yang bersifat muamalah ataupun ibadah yang sudah diatur dan diberikan tuntunanNya melalui contoh yang diberikan pada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian disampaikan pada ummat islam di seluruh penjuru dunia.
Allah telah menjadikan Islam sebagai agama yang sempurna, didalamnya diatur segala permasalahan yang ada di dunia dan akhirat. Sehingga marilah Nasyiah, mari ummat Islam, kita janganlah ragu, kita kembali teguhkan ikrar kita untuk ber-Islam dengan sebenar benarnya, karena dengan keyakinan yang teguh, kebanggaan, kepercayaan untuk bisa menang dalam mengusung panji panji kebenaran dan melawan praktik kemungkaran akan terus tumbuh, dan dengan adanya Ridlo Ilahi, Islam akan kembali dalam kemenangan yang besar. Dengan keyakinan yang teguh, kita bisa menepis segala arus olakan yang selalu merongrong dan menghadang ummat Islam saat ini, baik dalam kehidupan berbangsa dan ber-negara, di Indonesia ataupun di ranah Internasional.
Ummat Islam adalah ummat mayoritas yang mendiami negeri Indonesia ini, tapi bisa kita lihat bagaimana momrot-nya ( rusaknya ) sistem negara ini dibangun, bangsa ini terjajah di negeri sendiri, banyak generasi muda tak lagi punya pegangan untuk melangkah jauh ke depan, tidak sedikit para pejabat dan aparat pemerintah yang menjalankan roda kekuasaan dengan seenak hati dan pikirannya, berjuta orang masih jauh dari kondisi sejahtera,kerusakan alam yang begitu meprihatinkan, padahal Islam telah mengajarkan bagaimana membangun sebuah pemerintahan,Islam telah memberikan peringatan kepada para pemimpin yang lalai,Islam selalu tegas kepada orang munafik dan penghianat, Islam memberikan kewajiban untuk selalu menuntut ilmu, Islam memberikan solusi pada seorang yang miskin, Islam mengajarkan ummatnya untuk bekerja keras dan disiplin,Islam mengajarkan untuk mencintai lingkungan, dan semua perihal di dunia ini telah diatur dalam Islam.
Ironis memang, mayoritas pendudulk bangsa ini adalah ummat Islam, tetapi kodisi bangsa ini tak lagi mencerminkan kehidupan yang Islami.Karena kita terlupa bahwa semua amal kita hanya lillahi ta'ala, kadang kita terbuai akan kekayaan yang berlimpah, kadang kita tersilaukan oleh gelar derajat di mata manusia, kadang hati kita tertutup oleh nafsu syetan, karena hati kita jauh dari Illah.
Nah, momment Sumpah Pemuda ini, Apa yang bisa Nasyiah dan ummat Islam berikan untuk negeri ini, Jawabannya, ada pada konsekuensi kita dalam ber-ikrar Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat dengan hati, lisan dan perbuatan.Kembali kita teguhkan perintah dan larangan Allah SWT, kembali kita suri tauladani Muhammad Rosulullah. Niscaya penyelenggaraan tata negara, tata kehidupan berbangsa menjadi lebih baik.
Dengan ber-ikrar Islam yang benar, insya Allah nilai nilai persatuan dan kesatuan bangsa ini akan selalu terjaga, karena dalam Islam ada sikap toleransi yang selalu dijunjung tinggi....lakum diinukum wa liya diin ( Bagimu agamamu, bagiku agamaku ).
Jadi, jangan takut wahai Nasyiah jika kita lupa teks Sumpah Pemuda, yang penting kita tidak melupakan untuk mengamalkan apa yang sudah kita ikrarkan...Ikrar Islam...juga amanat Pemuda 81 tahun lalu untuk selalu bersatu padu...Islam Jaya !!
Hidup Indonesia !! (mm@)
Salam
Selamat datang di PDNA Kota Yogyakarta
Labels
- Berita Nasyiah (17)
- Guidelines (1)
- Nasyiah bersuara (5)
Berita Muhammadiyah
Tuesday, October 27, 2009
Sumpah Pemuda Vs Ikrar Islam
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
11:03 PM
0
comments
Labels: Nasyiah bersuara
Thursday, October 22, 2009
Barokallah....!!!! Pimpinan PCNA Jetis dan Umbulharjo
Alhamdulillah, Seiring dengan dilantiknya Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2008 -2012 pada tanggal 23 Agustus 2009 yang lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda raker pada tanggal 3-4 Oktober 2009, Dalam bulan oktober ini telah diikuti dengan rangkaian kegiatan pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiah di Cabang Jetis dan Umbulharjo.
Pada tanggal 11 Oktober 2009 bersamaan dengan kegiatan pengajian Syawalan saat itu,Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jetis telah memberikan putra putri terbaiknya untuk dilantik sebagai Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Jetis. Pada saat itu Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah melantik 8 orang Pimpinan.Terpilih sebagai Ketua Pimpinan yaitu Saudari Hajar Nur Setyowati, S.S, S.Th.I .
Rasa bangga dan salut untuk teman teman Nasyiah di PCNA Jetis ketika melihat dan menyaksikan kebulatan tekad teman teman untuk berjuang di Nasyiah. Meskipun sumber daya yang terkumpul baru sedikit, namun keberanian memunculkan suatu harapan sebagai kekuatan baru untuk mengusung panji panji kebenaran di wilayah cabang Jetis kususnya, dan di negeri ini pada umumnya, sangatlah patut diteladani bagi Nasyiah di tingkat daerah, cabang ataupun ranting. Semoga ridlo Ilahi selalu memberikan kemudahan dalam perjuangan teman teman Nasyiah Cabnang Jetis.
Berbeda dengan cabang Jetis, Pada tanggal 18 Oktober 2009, PDNA Kota Yogyakarta telah melantik PCNA Umbulharjo,yang pada saat itu acara dilakukan dengan sederhana dan dilanjutkan dengan rapat kerja pimpinan. Dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah Nasyiah, teman teman Pimpinan Cabang Nasyiah Umbulharjo, perwakilan PCM Umbulharjo, dan teman teman PCPM Umbulahrjo acara pelantikan berjalan cukup Hikmad. Antusiasme dan semangat ber-Nasyiah berseri di wajah masing masing pimpinan, terbukti sampai acara berakhir, hanya dua orang yang pamit setelah Sidang Komisi raker selesai, itupun karena ada alasan untuk acara keluarga.
Indaryati, A.Ma Sebagai ketua PCNA Umbulharjo, merasakan kebersamaan dalam belajar dan berjuang di Nasyiah perlu selalu dipertahankan untuk periode ini. Semoga harapan dan agenda kerja teman teman PCNA Umbulharjo, bisa terwujud hingga akhir periode ini.
Sekali lagi Selamat, Sukses dan Barokallah dengan dilantiknya PCNA Jetis dan PCNA Umbulharjo. Semoga diberikan jalan kemudahan untuk mewujudkan visi misi Nasyiah dan Muhammadiyah.
Berikutnya kita tunggu berita Musyawarah Cabang Nasyiah dari cabang cabang yang lain di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.(mm@)
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
9:28 AM
0
comments
Labels: Berita Nasyiah
Sunday, October 18, 2009
Kajian Pimpinan season 2

Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokaatuh
Kajian Pimpinan merupakan wadah bagi para pimpinan untuk saling bertukar pendapat mengenai permasalahan yang muncul dalam aplikasi dakwah di masing masing departemen. Dari permasalahan klasik sampai permasalahan terkini yang sering dijumpai ketika para pimpinan menjalankan misi dakwah amar ma'ruf nahi mungkar di tubuh organisasi Nasyiah, kususnya Nasyiah Jogja.
Kedua kalinya kita awali kajian untuk teman -teman pimpinan daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta, Pada bulan ini telah di selenggarakan di Rumah Saudari Nunung binti Suharto, pada hari Senin, 19 Oktober 2009 dengan tema besar kajian diskusi TBC in new version.
Menarik sekali dan cukup menegangkan ketika dalam kajian tersebut didiskusikan mengenai praktek praktek Takhayul, Bid'ah dan Khurafat masa kini dengan era baru, modus baru dan cukup beragam.Ternyata dari masing masing pimpinan memiliki pengalaman tersendiri di kehidupan lingkungan tempat tinggalnya.
Bahwa melihat kondisi masyarakat saat ini, ditambah dengan keilmuan yang minim dari masyarakat, juga pengaruh sistem yang mendominasi menjadikan tantangan yang cukup berat bagi para pimpinan untuk beramar ma'ruf nahi mungkar memberantas TBC.Dari hasil diskusi, solusi ditawarkan dengan terus berjuang dengan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya, dengan serta merta selalu menuntut ilmu mencari kebenaran akan tuntunan, sejarah dan ilmu ilmu teknologi terkait dengan modus TBC yang juga selalu up to date seiring dengan perkembangan jaman.
Semoga dengan diadakannya kajian rutin ini bisa menambah wawasan keilmuan dan semangat silaturahim di tubuh Pimpinan Nasyiah Kota Yogyakarta.Selain itu forum kajian ini juga bisa melatih para pimpinan untuk selalu berpikir kritis berasaskan ilmu dan syariat.
Sampai jumpa pada kajian Pimpinan Season 3,(mm@)
let's be creatif....be progresif....be responsif
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
4:55 AM
0
comments
Saturday, June 20, 2009

Logo MUSYDA yang dibuat oleh Nugroho mempunyai tujuan sebagai landasan jalannya NASYIAH ke depan. Logo MUSYDA itu sendiri terdiri dari gambar kelapa, daun kelapa/janur, sapu lidi dan lambang Nasyiah di dalam lingkaran warna hitam. Adapun arti dari logo tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Kelapa :
• Menggambarkan fungsi dan manfaat Nasyiatul Aisyiyah agar berguna di masyarakat,
• Air kelapa yang berfungsi menetralisir racun artinya Nasyiah berjuang untuk memurnikan ideologi Muhammadiyah,
• Pohonnya yang lurus dan kokoh menggambarkan Nasyiah akan selalu memegang komitmen sebagai salah satu kader Muhammadiyah.
Daun Kelapa/Janur :
• Janur sering dipakai orang jawa untuk hajatan walimah sebagai awal hidup memegang komitmen dalam membangun keluarga. Dengan MUSYDA Nasyiah kembali membangun komitmen dalam keluarga MUHAMMADIYAH, 1 (satu) tujuan kehidupan ISLAM yang sebenar-benarnya,
• Daun kelapa juga sering sebagai atap orang-orang desa/orang-orang kecil. Sehingga nantinya Nasyiah berkomitmen meneruskan perjuangan KHA. Dahlan dalam memikirkan kaum du’afa dalam dakwah sosial.
Sapu Lidi :
• Kekuatan kebersamaan Nasyiah Daerah, Cabang dan Ranting dalam gerakkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar,
• Kerja keras dan ulet,
• Kekeluargaan dan saling percaya
Lambang Nasyiah di Dalam Lingkaran Warna Hitam :
• Nasyiah akan selalu kekal
• Nasyiah akan selalu mengikuti perputaran jaman dengan berpegang teguh Al-Qur’an dan Al-Hadist,
• Nasyiah sebagai penerus, penggerak dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
Namun bila kita melihatnya sekilas maka logo itu berbentuk kubah masjid atau juga bisa dilihat seperti gambar wajah yang menonjolkan gambar matanya. Hal ini mengandung makna pula bahwa :
• Logo MUSYDA seolah berbentuk kubah masjid. Menggambarkan bahwa inti gerak Nasyiah berada di masjid. Masjid diinginkan bukan hanya tempat sholat saja namun sebagai kegiatan sosial dan amalan lainnya. Masjid juga merupakan pusat kaderisasi pada level bawah.
• Loga MUSYDA seolah berbentuk wajah dengan pusat MATA. Menggambarkan bahwa sebagai anggota Nasyiah harus bisa menatap ke depan penuh optimisme, tapi penuh kewaspadaan. Bisa membedakan yang hak dan batil.
Pesan-pesan bagi Nasyiah :
• Berbuatlah untuk jama’ahmu bukan untuk namamu. Namamu akan mengikuti langkahmu dalam kemanfaatan bagi masyarakat.
• Tinggalkan egomu, karena kamu terlahir, terdidik sebagai salah satu kader dakwah Islam. Dan telah mensepakati dirimu bagian dari prajurit jihad dengan masuk di Nasyiah.
• Manfaatkan kemampuanmu. Jangan kau manfaatkan organisasimu untuk dirimu sendiri. Maka kau akan menikmati manfaat yang telah kau berikan.
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
1:15 AM
0
comments
Labels: Berita Nasyiah
Friday, June 19, 2009
MUSYDA NASYIAH KOTA JOGJA
A. LATAR BELAKANG
Dinamisasi kepemimpinan merupakan hal yang mutlak dalam kehidupan, baik secara sosial kultural dalam lingkup masyarakat lokal maupun dalam lingkup negara bahkan kepemimpinan dalam dunia internasional. Kesenjangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat saat ini nampak semakin melebar, baik dari segi ekonomi, status sosial, pendidikan serta wacana tentang keagamaan kerap kali menjadi target perubahan, pun berbagai permasalahan perempuan, khususnya di Indonesisa. Kondisi yang demikian sangat membutuhkan adanya reformasi dari segala aspek kehidupan, dan yang menjadi pokok dari segala perubahan adalah reformasi kepemimpinan yang lebih baik.
Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan putri islam yang bergerak dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, keperempuanan dan pendidikan bertujuan membentuk keluarga putri yang berarti bagi keluarga, bangsa dan masyarakat. Dalam pergerakannya sangat membutuhkan eksistensi kader yang optimal baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif, sehingga keberadaannya sangat dirasakan dan selalu dibutuhkan oleh masyarakat, dan pada akhirnya menjadi pioneer dalam setiap lini kehidupan bersosial dan beragama.
Cita-cita dan tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai jika tidak disertai dengan aksi yang nyata. Nasyiatul Aisyiyah dituntut untuk lebih berperan progresif dengan program yang mampu menyentuh kebutuhan dan akar persoalan yang sesungguhnya. Oleh karena itu Nasyiatul Aisyiyah Daerah Kota Yogyakarta ke depan akan memfokuskan pada pemantapan keberadaan kader dengan segala potensi pribadi unggul yang dimiliki mampu menjadi tauladan di masyarakat.
Seiring dengan telah berakhirnya kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah Daerah Kota Yogyakarta periode 2004-2008, perlu segera dilaksanakan Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta tahun 2009 untuk mempertanggungjawabkan amanat Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta tahun 2005 sekaligus sebagai ajang evaluasi program. Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta tahun 2009 diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi yang kenudian dapat dijadikan panduan untuk meningkatkan peran nyata Nasyiatul Aisyiyah Daerah Kota Yogyakarta dalam penyelesaian persoalan dan dinamisasi masyarakat.
B. LANDASAN KEGIATAN
1. Anggaran Dasar Nasyiatul Aisyiyah Bab VI Bagian Ketiga Pasal 25 tentang Musyawarah Daerah
2. Anggaran Rumah Tangga Bab IX Bagian Kelima tentang Musyawarah Daerah
3. Keputusan Rapat Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta pada tanggal 18 April 2009 di Kantor Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
C. TEMA KEGIATAN
“ Memantapkan Kaderisasi Nasyiah Sebagai Pioneer Gerakan Aksi di Masyarakat”
D. NAMA KEGIATAN
Musyawarah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta tahun 2009
E. TARGET MUSYAWARAH DAERAH
1. Terpilihnnya Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2008-2012
2. Ditetapkannya Program Kerja Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2008-2012
3. Rekomendasi Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta periode 2008-2012
F. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Tempat : Aula Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta
Waktu : Ahad, 26 Juli 2009
G. PESERTA
1. Anggota PDNA Kota Yogyakarta 20 orang
2. Utusan PCNA se-Kota Yogyakarta (Ketua, Sekretaris, dan 1 anggota)
14 PCNA X 3 orang 42 orang
3. Utusan PRNA se-Kota Yogyakarta 28 PRNA X 1 orang 28 orang
4. Peninjau yang diundang PDNA Kota Yogyakarta 6 orang
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
6:36 AM
0
comments
Labels: Berita Nasyiah
Wednesday, December 17, 2008
Nasyiah Perlu Revitalisasi Gerakan
Yogyakarta - Revitalisasi gerakan perlu dilakukan untuk menguatkan kembali gerakan Nasyiah, yaitu melalui penataan, pemantapan, peningkatan, dan pengembangan organisasi. "Karena itu, perlu pemahaman mendalam terhadap ideologi dan gerakan Muhammadiyah yang merupakan gerakan Islam, dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan tajdid. Ini penting untuk mengatasi problem organisasi secara ideologis," ungkap Wiharto, sekretaris Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta saat berbicara pada Kajian Nasyiah se-Kota, Ahad (14/12/2008) di PDM Kota Yogyakarta.
Menurut Wiharto, lemahnya identitas kelompok, lemahnya fanatisme, lemahnya solidaritas kolektif, kurang dipahaminya visi misi gerakan, lemahnya visi, komitmen, dan pengabdian anggota/pimpinan, serta lemahnya strategi gerakan/perjuangan merupakan problem-problem ideologis yang sering menghambat laju organisasi.
Lebih lanjut menurut Wiharto, ada 6 aspek revitalisasi gerakan, yaitu revitalisasi teologis, ideologis, organisasi, kepemimpinan, amal usaha, dan aksi. "Revitalisasi dapat dilakukan dengan sosialisasi paham agama dan nilai-nilai ideal (MKCH, dll) ke seluruh lini persyarikatan, mengintensifkan perkaderan dan transformasi kader, mengintensifkan pengajian anggota/pimpinan, dan meningkatkan disiplin berorganisasi. Juga dengan mengefektifkan fungsi kepemimpinan kolektif-kolegial serta menghidupkan kembali basis anggota dan organisasi di akar rumput," paparnya.
Disinggung mengenai aspek teologis dalam revitalisasi, Wiharto mengatakan aspek teologis penting untuk membangun dan meletakkan kembali landasan teologis anggota Nasyiah. Sekali-kali PDNA Kota itu mengadakan pembinaan ruhiyah menginap di PDM Kota. Insya Allah tidak akan merasa kering dalam ber-Nasyiah. Saya siap mendampingi," tambahnya. (ima)
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
4:15 AM
0
comments
Thursday, December 4, 2008
Transformasi Kader AMM ke Nasyiah Harus Dari Jenjang yang Sama

Makassar – Transformasi kader antar ortom Muhammadiyah merupakan hal yang lumrah terjadi dan dibenarkan dalam Anggaran Dasar Nasyiatul Aisyiyah. Akan tetapi, perlu kejelasan secara normatif agar tidak terjadi kebingungan dalam praksisnya. Pada ranah AMM yang mempunyai struktur dan konsep perkaderan tersendiri, perlu adanya kejelasan sehingga tidak terjadi tumpang tindih aturan.
Masalah transformasi kader ini dibahas dalam Sidang Komisi III Muktamar XI Nasyiatul Aisyiyah, Kamis (20/11/2008) di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Bukit Baruga, Antang, Makassar. Sebelumnya, transformasi kader diatur dalam ADNA pasal 10 ayat 2; Anggota Pimpinan Pusat sekurang-kurangnya telah berpengalaman memimpin Nasyiatul Aisyiyah atau Angkatan Muda Muhammadiyah setingkat Daerah selama satu periode.
Norma Sari, S.H., M.Hum., peserta Muktamar Nasyiah dari DIY, mengusulkan bahwa transformasi pimpinan pusat harus dari AMM tingkat pusat. Norma berpendapat pimpinan pusat Nasyiah harus ditransform dari AMM yang selevel karena pimpinan hasil transformasi tersebut telah mengalami proses kaderisasi yang lengkap. Hampir seluruh peserta sidang Komisi III menyetujui adanya perubahan Anggaran Dasar pasal 10 (yang sekarang menjadi pasal 13 ayat 4) bahwa transformasi PPNA harus dari Pimpinan Pusat AMM.
Maka terjadi perubahan pasal menjadi Anggota Pimpinan Pusat sekurang-kurangnya telah berpengalaman memimpin Nasyiatul Aisyiyah setingkat Daerah atau Angkatan Muda Muhammadiyah setingkat Pusat selama satu periode. Untuk struktur di bawahnya, transformasi kader AMM ke Nasyiah juga harus dari jenjang yang sama. Pimpinan AMM setingkat wilayah dapat melakukan transformasi ke PWNA. Demikian juga untuk pimpinan AMM di tingkat daerah dapat melakukan transformasi ke PDNA.
Menurut Sekretaris Umum PPNA periode 2004-2008, Widiyastuti, S.S., M.Hum., transformasi pimpinan dapat memenuhi kekurangan kader Nasyiah. Widiyastuti mengakui bahwa mungkin akan ada perbedaan mainstream antara pimpinan hasil transformasi dengan pimpinan hasil kaderisasi Nasyiah. "Untuk itu diperlukan Up Grade agar pimpinan hasil transformasi tersebut bisa bermainstream Nasyiah", tambahnya.
Sementara itu Sidang Formatur yang berlangsung Jum'at (21/11/2008) dan dihadiri 9 orang formatur terpilih menetapkan Abidah Muflihati sebagai Ketua Umum PPNA periode 2008-2012. Bersamaan dengan berlangsungnya Muktamar XI Nasyiatul Aisyiyah, juga diselenggarakan berbagai acara pendukung Muktamar, diantaranya Gerakan Aksi Nasyiah Peduli Lingkungan dan Kesehatan, Seminar Nasional "Peningkatan Kualitas Hidup Bangsa Melalui Pendidikan" dengan narasumber Marwah Daud Ibrahim (Presidium ICMI), Latifah Iskandar (Anggota DPR RI), Evi Sofia Inayati (Ketua Umum PPNA periode 2004-2008), ceramah dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga serta dari Departemen Kesehatan RI. (ima)
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
4:13 AM
0
comments
Profil
- Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
- Alamat : Jalan Sultan Agung 14 Yogyakarta 55141 Telp. (0274) 375917