LOMBA ANTAR CABANG DAN RANTING PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN NASYIATUL AISYIYAH SE-KOTA YOGYAKARTA
A. PENDAHULUAN
Muktamar Muhammadiyah merupakan momentum penting bagi konsolidasi gerakan Muhammadiyah. Sebagai organisasi otonom, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral untuk mengawal Muhammadiyah agar tetap berjalan sesuai dengan semangat ruh Muhammadiyah 100 tahun yang lalu. Tentu pengawalan ini harus dengan semangat muda yang tidak konservatif. Artinya keterlibatan Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah senantiasa bergerak secara dinamis dan progresif. Hal ini yang mendasari bagi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Untuk mengadakan LOMBA CABANG DAN RANTING SE- KOTA YOGYAKARTA. Dengan adanya lomba cabang dan ranting ini diharapkan adanya konsolidasi Gerakan Pemuda Muhammmadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk kesiapan menyambut Muktamar Muhammadiyah.
B. NAMA KEGIATAN
Lomba Antar Cabang dan Ranting Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Se- Kota Yogyakarta.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Mempererat silaturahmi antar cabang dan ranting se Kota Yogyakarta.
2. Sebagai syiar untuk merapatkan barisan semua jajaran Pimpinan Pemuda
Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah se-Kota Yogyakarta.
3. Menambah kualitas wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan bagi kader
muda untuk lebih berperan aktif di masyarakat.
D. KEGIATAN LOMBA
A. Administrasi Cabang dan Ranting PM-NA
1. Waktu : 1-30 April 2010
2. Tempat : Cabang dan Ranting Masing-masing
B. Debat Kader
1. Waktu : 4 April 2010
2. Tempat : Masjid Gedhe Kauman
C. Pembuatan Blog
1. Waktu : 15 April 2010
D. Penulisan Essay
1. Waktu : a. Penyerahan naskah : 20 April 2010
b. Penilaian : 21 April 2010
2. Tempat : Dikumpulkan di Kotak Lomba Pengumpulan Naskah yang
telah disediakan di kantor PDM Kota Yogyakarta.
E. Inovasi Produk
1. Waktu : 4 April 2010
2. Tempat : TK ABA Kauman
F. Paduan Suara
1. Waktu : 25 April 2010
2. Tempat : Aula PDM Kota Yoyakarta
G. Olahraga Tradisional
1. Waktu : 11-18 April 2010
2. Tempat : Lapangan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
H. Lomba Ketangkasan Kokam
1. Waktu : 18 April 2010
2. Tempat : SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA
Dapat dilihat dalam edaran Pemberitahuan resmi Ke PcPM dan PCNA Se-kota Yogyakarta atau hubungi CP PAnitia 081931728721 atau 085868213704
Salam
Selamat datang di PDNA Kota Yogyakarta
Labels
- Berita Nasyiah (17)
- Guidelines (1)
- Nasyiah bersuara (5)
Berita Muhammadiyah
Sunday, February 14, 2010
SAATnya Gabungkan Kekuatan !!!
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
8:07 PM
0
comments
Menegakkan Syariat Islam Seutuhnya
Jum'at 12 Februari 2010, jam 19.30 Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah se-kota Yogyakarta kembali bersama mengadakan kajian Padi Melati yang pada kesempatan ini didampingi oleh Ustadz Meta Maulana yang juga merupakan kader Pemuda Muhammadiyah Wirobrajan.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Meta memberikan sebuah paparan singkat kepada para jama'ah yang hadir untuk lebih mengenal islam secara Global, dalam artian menyeluruh.
Manusia yang merupakan khalifah di bumi mendapatkan tugas istimewa dari Allah untuk memimpin dan melestarikannya. Tugas itu diberikan dalam rangka untuk kebahagiaan ummat manusia itu sendiri di dunia dan akhirat. Kebahagiaan itu bisa berupa bahagia harta, bahagia batin, keluarga, dsb. Sementara kebahagiaan itu bersumber pada kebahagiaan yang hakiki yaitu ketika mendapatkan Ridlo dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Dan Ridlo dari Allah SWT didapatkan ketika manusia melaksanakan aturan aturan dalam Dinul Islam.
Dalam paparannya, Dinul Islam merupakan sistem yang utuh yang tidak dapat dipisah pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Denbgan kata lain kesemuanya terkait satu sama lain. Dalam firman Allah, dipaparkan oleh beliau bahwa ada perintah bagi kita untuk masuk islam secara kaffah ( menyeluruh ) dan jangan mengikkuti langkah langkah syetan. Dan sistem itulah yang biasa kita sebut sebagai Syariat Islam, sehingga penegakkan syariat Islam harus ditegakkan seluruhnya, tidak setengan setengah.
Syariat ISlam menurut pengertian bahasa, adalah jalan yang lurus, juga berarti sumber air yang mengalir. Sementara menurut istilah Syariat Islam berarti segala sesuatu apa apa yang ditentukan oleh Allah SWT kepada hamba hambaNya. Dan ketentuan Allah itu merupakan pemberian kehidupan secara jasmani dan ruhani. Kedua pengertian menurut bahasa dan istilah memiliki kesamaan arti yaitu memberi kehidupan. Bagaikan air maka syariat islam merupakan sumber kehidupan, kebahagiaan bagi manusia. Dengan syariat Islam maka akan tumbuh kecintaan/ keimanan yang akan terlihat dalam amal keseharian manusia.
Syariat Islam sebagai sumber kehidupan, terdiri dari iman, tauhid, akhlaq, aqidah, dan muamalah. Adapun tatanan syariat adalah untuk pribadi, keluarga, masyarakat, dan tata negara.
Demikianlah, paparan singkat dari UStadz Meta Maulana, harapannya bisa dikembangkan oleh masing masing individu Angkatan Muda Muhammaduyah untuk bisa menegakkan syariat secara menyeluruh, diawali dari pelaksanaan syariat dari diri pribadi masing masing.
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
1:52 AM
0
comments
Labels: Berita Nasyiah
Wednesday, February 3, 2010
Kajian Pimpinan Season 5
Salam Nasyiah..........
Setelah 4 kali mengadakan kajian pimpinan, PDNA Kota Yogyakarta kembali menggelar kajian pimpinan yang ke -lima pada tanggal 29 Januari 2010 jam 17.00 di rumah saudari Masyitah binti Marwan, Kotagede. Bertepatan dengan rapat rutin Pimpinan, pada kesempatan ini Kajian diisi Oleh Bapak M Ali, dan mengangkat tema : Berguru pada Binatang.
Pada Kajian ini kembali kita diingatkan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya. Meski Allah menciptakan manusia dengan keistimewaannya jika dibandingkan dengan binatang, tetapi dalam Al Qur'an telah diajurkan kepada manusia untuk bisa membaca ayat ayat kauliyah dan kauniyah. Salah satunya adalah dengan membaca/ memetik ilmu yang ada pada perilaku hidup binatang LEbah.
Dalam Al Qur'an binatang lebah dimuliakan dengan dijadikannya An Nahl sebagai nama salah satu surat dalam al Qur'an. Ada 4 hal yang bisa kita ambil ilmu dalam kehidupan lebah :
1. Bahwa tata kehidupan lebah telah memiliki pembagian tugas/ job description yang jelas. Disini Nasyiah juga dituntut untuk bisa melaksanakan pembagian peran dan tugas demi terwujudnya tujuan Nasyiatul Aisyiyah dibentuk.
2. Bahwa Lebah selalu mencari dan mendapatkan makanan/sesuatu dari sesuatu yang baik. Ia tidak akan pernah hinggap pada tempat yang kotor dan buruk untuk mencari makanan, tapi dia akan selalu mengambil makanan dari saripati bunga.
Rejeki yang halal dan Thoyyib hendaknya selalu menjadi prioritas utama bagi kehidupan keluarga, karena hal ini bisa saja menjadi permasalahan sampai pada kehidupan bernegara.Sebagai contoh nyata adalah pada pembuatan SIM bagi pengendara, sementara perolehan secara jujur begitu sulitnya, kini telah digampangkan dengan pembuatan SIM tanpa ujian tapi dengan harga yang lebih dan secara kolektif. Lalu bagaimana kita menyikapinya ? salah satunya dengan selalu bershodaqoh untuk membersihkan harta yang telah kita keluarkan/konsumsi ataupun harta yang masih tersimpan.
3. Bahwa Lebah selalu memberikan yang terbaik yang ia punya dan bermanfaat.
Seperti yang kita tahu, bahwa lebah menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi kita, biasa kita konsumsi sebagai obat ataupun sumber protein bagi tubuh. Seperti halnya Nasyiah, seperti filosofi yang ada juga pada simbol padi, yang selalu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Demikian sedikit review kajian pimpinan season 5, semoga bermanfaat. Dan kita simak kembali kajian pimpinan PDNA Kota Yogyakarta pada bulan yang akan datang. Insya Allah.
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
2:48 AM
0
comments
Labels: Berita Nasyiah
Wednesday, January 27, 2010
CORPS DAKWAH Nasyiah + POSYANDU Remaja = GJDJ = 1000 Ranting
Sejak tahun 60-an Muhammadiyah menggunakan konsep Gerakan Jama'ah Dakwah Jamaah, sebagai konsep dakwah yang kini dirasakan kurang pengimplementasiannya baik dalam induk organisasi Muhammadiyah di tingkat ranting ataupun ORTOM nya. Konsep Gerakan ini pada hakekatnya paling efektif dilakukan untuk memberikan wawasan kepada jama'ah tentang ilmu agama dan ilmu ilmu lain untuk dapat menyelesaikan problematika yang dialami oleh masyarakat yang hidup di sekeliling ranting Muhammadiiyah atau ORTOM itu ada. Tidak hanya sekedar ilmu, konsep ini dibentuk untuk bisa membuat jaringan yang kuat, hubungan persaudaraan yang kokoh dan produktif memahami dan memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan hidup jamaah ,masyarakat dan lingkungan yang ada disekitarnya
Pada kenyataannya perwujudan konsep ini masih jauh dari apa yang menjadi hakikat dan harapan konsep ini dibuat, dan kini konsep ini malah bisa dikatakan sering digunakan oleh kelompok lain untuk menampung dan menaungi masyarakat untuk menjalankan misi organisasinya.
Konsep gerakan seribu ranting sendiri yang tengah digalakkan oleh Pimpinan pusat Nasyiatul Aisyiyah beberapa waktu yang lalu, menjadi sulit dilakukan mengingat GJDJ yang menjadi konsep dakwah di tingkat ranting belum diimplementasikan secara optimal. Setelah diadakan brainstorming dari para kader Nasyiah pada Pelatihan Mubalighot Nasyiah Kota Yogyakarta pada bulan Desember 2009 yang lalu, didapatkan indikasi bahwa sebenarnya konsep dakwah tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh para Nasyiah,kendala pada Sumber Daya yang memiliki kemampuan menyampaikan dakwah,manajemen waktu, dan kreativitas serta sistematika gerakan yang terpadu dan holistic.
Dengan demikian Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta, memiliki suatu kebijakan untuk mengambil langkah dalam membangun sistematika gerakan yang terpadu dan holistic, disamping membangun sumber daya yang cakap dan kompeten baik dalam penguasaan ilmu ataupun dalam sistem perencanaan dan tindakan.
Sebagai awal, telah dibentuk korps Mubalighot dengan koordinator Saudari Ika dari PCNA Umbulharjo Departemen Dakwah. Dengan adanya korps ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan da'iah di tingkat cabang dan ranting, untuk menghidupkan kembali gerakan jama'ah dakwah jama'ah.
Menjadi istimewa bagi para nasyiah, yang diciptakan sebagai perempuan yang berdaya, dalam dakwahnya nasyiah harus bisa melihat dan merasakan pada apa yang telah dialami dan dihadapi oleh jamaahnya.Merasakan dan melihat pada kehidupan ekonominya, kesehatannya, lingkungannya. Maka dari itu Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta, mengajak kepada seluruh Nasyiah untuk bergabung dan bergerak dalam pelayanan terpadu bagi remaja kususnya dalam produktivitas, pemberdayaan, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan lingkungan tempat tinggal jamaahnya, dan tidak terlupa kebutuhan ruhiahnya. Yang kesemuanya tergabung dalam gerakan POSYANDU Remaja. Dengan demikian ketika kedua gerakan itu dapat dilaksanakan maka gerakan jamaah dan dakwah jamaah untuk menghidupkan 1000 ranting bisa diimplementasikan secara nyata. Korps Mubalighot + PosYandu Remaja = GJDJ= 1000 ranting.Diharapkan gerakan ini dapat diikuti oleh pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-kota Yogyakarta. Bersama, bergerak, dan berjuang membentuk karakter generasi muda yang bermartabat untuk mewujudkan peradaban yang utama.
Dan untuk memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas da'iyah, maka corps mubalighot akan dipertemukan secara rutin setiap 3 bulan sekali bersamaan dengan diadakannya kajian lintas cabang se-kota Yogyakarta. Di bulan februari ini akan diadakan insya Allah tanggal 21 Februari 2010 bertempat di PCNA Umbulharjo. Segera Ikuti dan mari ber-AKSI.....!!!!!
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
8:03 AM
0
comments
Labels: Guidelines
Thursday, December 31, 2009
Refleksi Tindakan untuk Sebuah Gerakan !!
Tahun 2010 merupakan tahun pengharapan baru dalam pergerakan Nasyiah kususnya, dan masyarakat pada umumnya. Semua manusia memiliki improvement dalam pencapaian cita citanya, dalam menemukan jati dirinya, memiliki harapan baru untuk dapat meraih peluang dan kesempatan dengan cara masing masing tentunya. Kesemuanya adalah keinginan yang bisa dikembangkan dan diwujudkan dengan adanya motivasi yang selalu di recharge. Pun demikian Nasyiah telah memiliki tujuan jangka pendek dan panjang demi terwujudnya remaja putri Islam yang selalu memegang asas kehidupan Islami dengan sebenar benarnya.
Seiring dengan perjalanan waktu, perjalanan perjuangan Muhammadiyah, kususnya Nasyiah tak bias lepas dari kondisi dan situasi negeri ini yang semakin tua semakin menjadi. Menjadi semakin menepi, semakin tergerus, semakin tak terkendali, oleh kemiskinan kebodohan, kesenjangan, semakin jauh dari cita cita kemerdekaan bangsa ini, semakin tidak berdaya untuk bangkit dan sejajar dengan bangsa bangsa lain. Sehingga Peran Nasyiah dan Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk dapat membawa situasi negeri ini menjadi lebih baik, dengan cepat menjawab dan memberikan solusi permasalahan - permasalahan yang ada saat ini, dan bersiap untuk bias melihat dan menjawab tantangan yang menghadang di masa depan.
Sejenak mari kita lihat bersama mengenai perbedaan antara Negara maju dengan negara sedang berkembang ( kalo tidak mau dikatakan negara tebelakang ). Tidak semua negara maju memiliki usia peradaban yang lama, memiliki sumber daya alam yang kaya, wilayah negara yang luas, tetapi mereka meliki prinsip hidup yang kuat dan selalu mewujudkan prinsip tersebut dalam sebuah tindakan. Diataranya mereka selalu menjunjung tinggi Ahlak/Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari, Kejujuran dan integritas, Bertanggung jawab, Hormat pada aturan & hukum masyarakat, Hormat pada hak orang/warga lain, Cinta pada pekerjaan, Berusaha keras untuk menabung & investasi, Mau bekerja keras dan cerdas dalam pekerjaan, dan Tepat waktu . Mereka selalu merencanakan apa yang akan dikerjakan, dan mengerjakan apa yang telah direncanakan. Semua prinsip tersebut telah ditanamkan melalui budaya dan pendidikan dalam masyarakatnya.
Sementara di negeri ini telah dikaruniai kekayaan yang sangat berlimpah, sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas, tetapi masih berkutat pada selisih paham untuk berkuasa, untuk saling memusuhi, saling membohongi dan saling membodohi. Jadi sesungguhnya, kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita, Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita, Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Nah, sebagai gerakan remaja putri Islam, Nasyiah memiliki kesempatan untuk merubahnya. Jika kita mencintai negeri ini, maka tidak ada kata lain selain berusaha keras untuk melakukan perubahan . Kita harus mulai dari diri kita sendiri untuk BERUBAH dan BERTINDAK! Membekali diri dengan prinsip utama yaitu Al Quran dan Sunnah dan mengamalkannya, dan membudayakannya, melalui pendidikan di sector domestic ( keluarga, rumah ) ataupun di sector public ( sekolah, kantor, masyarakat, pemerintahan, dll ). Karena kekuatan merubah itu sesungguhnya tidak datang karena apa yang kita miliki, tetapi datang dari apa yang kita lakukan.
Memang, masa depan tidaklah akan selalu ramah, dalam perjalananya pasti akan mengalami benturan dan olakan yang kadang membuat tindakan dan gerakan kita gentar, namun niat awal dan motivasi yang kuat insya Allah dapat mengatasi rintangan yang melewati kita. Apa sajakah kiranya rintangan yang mengancam menghadang laju masa depan kita ? Salah satunya adalah semakin gencarnya re-degradasi moral dan budaya para generasi muda negeri ini, yang dibentuk oleh kaum yang ingin memiliki keuntungan material yang sebesar besarnya. Karena dengan lemahnya generasi muda, maka negeri ini hanya bias menjadi consumer dan follower saja. Ditambah lagi system negara yang tidak support terhadap pembentukan karakter anak bangsa yang kuat, yang selama ini sangat dibutuhkan, maka dapat saja dengan mudah negara ini akan sepenuhnya kembali dikuasai oleh pihak - pihak yang menginginkannya.
Maka tak pelak lagi, penguatan karakter generasi muda untuk kuat dan menjadi kader pemimpin bangsa harus menjadi agenda utama, selain pengembangan ilmu teknologi tentunya. Nasyiah memiliki tanggung jawab peran dan memiliki peluang untuk menjawab tantangan tersebut, untuk memimpin diri sendiri dan masyarakat sekitar agar lebih peduli pada pendampingan penguatan karakter generasi muda negeri ini.
Untuk melakukan upaya itu diperlukan suatu tindakan sistematis dan sinergi yang kuat dengan elemen elemen masyarakat sekitar, karena saat ini apa yang kita hadapi merupakan hal yang kompleks dan sistemik, yang tidak bias dilawan oleh pribadi atau oleh satu kelompok saja, tetapi harus dilakukan secara bersama sama dan saling bekerja sama. Untuk itu, mari bersama kita bergerak dan bertindak untuk bias berubah, memajukan negeri ini dan mewujudkan masyarakat yang memiliki peradaban yang utama.
Kita mulai kembali di awal tahun 2010 ini. (_mm@ )
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
11:46 PM
0
comments
Labels: Nasyiah bersuara
Tuesday, December 29, 2009
Negeri Negeri Impian…!!!!
( terjemah beberapa ayat Al Qur'an )
L & S : Fatma Wulandari
Telah diadakan di setiap tiap negeri
penjahat penjahat yang terbesar
Yang melakukan tipu daya dalam negeri
Dalam negerinya sendiri
Tapi mereka tidak memperdayakan
melainkan untuk dirinya sendiri
sedang mereka tidaklah menyadari
Akibat yang kan terjadi
Laa ilaaha illallah
Laa ilaaha illallah
Dan carilah pada apa yang tlah dianugerahkan
Kepadamu
Bahagia negeri akhirat dan jangan kau lupakan
bahagiamu
Bahagiamu dari kenikmatan
dari kenikmatan dunia
Laa ilaaha illallah
Laa ilaaha illallah
Dan berbuat baiklah pada semua orang
sebagaimana Allah telah berbuat
janganlah kamu berbuat satu kerusakan
di bumi ciptaanNya
Ya Tuhanku,
Jadikanlah negeri ini
Aman sentosa dan berikanlah rezki
bagi penduduknya yang selalu beriman
padaMu dan hari kemudian
Laa ilaaha illallah
Laa ilaaha illallah
jika penduduk negeri ini beriman dan bertakwa,
pasti kan dilimpahkanNya berkah samawi dan duniawi
Berkah dari langit bumi
Aamin yaa robbal ‘aalamin.
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
9:20 PM
0
comments
Labels: Nasyiah bersuara
Sunday, December 27, 2009
Kajian Pimpinan Season 4

Dalam dakwahnya, perempuan perlu menggunakan politik agar pesan dakwah dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat. Namun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, suara perempuan masih harus tetap diperjuangkan dalam kancah politik pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif. Untuk itulah pada kajian keempat tanggal 27 Desember 2009 yang bertempat di Rumah saudari Herlina Fahmi ini mengangkat tema politik. Diharapkan dari adanya kajian politik ini, para Nasyiah dapat memahami situasi politik yang terjadi di negeri ini. Kedepan diharapkan para kader Nasyiah mampu memberikan kontribusi yang besar bagi negeri ini dan mampu menjawab tantangan dan permasalahan bangsa yang tidak kunjung henti dan semakin besar.
Posted by
Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
at
1:26 AM
0
comments
Profil
- Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta
- Alamat : Jalan Sultan Agung 14 Yogyakarta 55141 Telp. (0274) 375917